Kelahiran Panca Pandawa


Raja Pandu sedang berburu di hutan, disana ia melihat pasangan kijang yang sedang bermain main. Ia tidak tau kalau kijang tersebut adalah seorang rsi yang sedang menyamar. Raja Pandu yang melihat kijang tersebut dengan cepat menembakkan anak panahnya dan tepat menancap di tubuh kijang jantan atau rsi tersebut. Rsi yang terkena anak panahnya tersebut mengucapkan kutuk pastunya bahwa Raja Pandu aka menemui ajalnya jika ia sedang bercumbu dan memadu kasih dengan pasangannya. Mendengar kutukan tersebut, Raja Pandu merasa takut dan memberikan pemerintahannya tersebut kepada Bhisma. Raja Pandu bersama kedua istrinya, Dewi Kunti dan Dewi Madri hidup mengembara di tengah hutan. Raja Pandu ingin mempunyai keturunan dan Dewi Kunti pun menceritakan tentang mantra yang diberikan oleh Rsi Durwasa. Raja Pandu mendesak Dewi Kunti dan Dewi Madri untuk menggunakan mantra tersebut. Dewi Kunti melahirkan tiga orang anak yang bernama Yudhistira, Bhima atai Bhimasana dan Arjuna. Dan Dewi Madri melahirkan anak kembar yaitu Nakula dan Sahadewa. Setelah itu Raja Pandu ingin bermadu kasuh dengan Dewi Madri, tetapi Dewi Madri menolak dan Raja Pandu tetap memaksa. Tiba tiba Pandu roboh dan menghembuskan nafas terakhirnya. Dewi Madri memberikan anaknya kepada Dewi Kunti karena ia ingin melakukan satya dan ikut bersama Pandu. Setelah kembali ke Hastanapura, Widura, Bhisma, Wyasa, dan Dritarastra mendoakan arwah Raja Pandu. Satyawati, Ambika dan Ambalika diberi nasihat oleh Bagawan Wyasa untuk bersemedi di hutan hingga mencapai moksa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar