Raja Pandu sedang berburu di hutan, disana ia melihat pasangan kijang
yang sedang bermain main. Ia tidak tau kalau kijang tersebut adalah seorang rsi
yang sedang menyamar. Raja Pandu yang melihat kijang tersebut dengan cepat
menembakkan anak panahnya dan tepat menancap di tubuh kijang jantan atau rsi
tersebut. Rsi yang terkena anak panahnya tersebut mengucapkan kutuk pastunya
bahwa Raja Pandu aka menemui ajalnya jika ia sedang bercumbu dan memadu kasih
dengan pasangannya. Mendengar kutukan tersebut, Raja Pandu merasa takut dan
memberikan pemerintahannya tersebut kepada Bhisma. Raja Pandu bersama kedua
istrinya, Dewi Kunti dan Dewi Madri hidup mengembara di tengah hutan. Raja
Pandu ingin mempunyai keturunan dan Dewi Kunti pun menceritakan tentang mantra
yang diberikan oleh Rsi Durwasa. Raja Pandu mendesak Dewi Kunti dan Dewi Madri
untuk menggunakan mantra tersebut. Dewi Kunti melahirkan tiga orang anak yang
bernama Yudhistira, Bhima atai Bhimasana dan Arjuna. Dan Dewi Madri melahirkan
anak kembar yaitu Nakula dan Sahadewa. Setelah itu Raja Pandu ingin bermadu
kasuh dengan Dewi Madri, tetapi Dewi Madri menolak dan Raja Pandu tetap
memaksa. Tiba tiba Pandu roboh dan menghembuskan nafas terakhirnya. Dewi Madri
memberikan anaknya kepada Dewi Kunti karena ia ingin melakukan satya dan ikut
bersama Pandu. Setelah kembali ke Hastanapura, Widura, Bhisma, Wyasa, dan
Dritarastra mendoakan arwah Raja Pandu. Satyawati, Ambika dan Ambalika diberi
nasihat oleh Bagawan Wyasa untuk bersemedi di hutan hingga mencapai moksa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar